Deskripsi Pekerjaan
Kami adalah perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia yang tengah bertransformasi menuju infrastruktur hybrid cloud. Kami mencari seorang System Administrator visioner yang tidak hanya menjaga server tetap hidup, tetapi juga mampu melakukan optimasi, otomasi, dan inovasi pada sistem kami. Anda akan menjadi arsitek keandalan sistem yang melayani jutaan transaksi setiap harinya.
Di posisi ini, Anda akan memegang kendali penuh atas lingkungan TI modern, mulai dari server Linux/Windows, platform cloud (AWS/Azure/GCP), hingga keamanan siber. Kami menawarkan lingkungan kerja yang dinamis, budaya inovasi, dan kesempatan untuk berkembang bersama para profesional terbaik di industri. Bergabunglah dan jadilah bagian dari perjalanan digitalisasi kami!
Tanggung Jawab
- Merancang, mengimplementasikan, dan memelihara infrastruktur server Linux dan Windows Server secara end-to-end.
- Melakukan pemantauan sistem 24/7 menggunakan tools monitoring modern (Prometheus, Grafana, Zabbix) untuk memastikan uptime optimal.
- Mengelola platform cloud (AWS/Azure/GCP) termasuk provisioning, scaling, dan optimasi biaya.
- Menyusun dan mengimplementasikan strategi backup & disaster recovery yang andal.
- Mengelola keamanan jaringan, server, dan aplikasi, termasuk konfigurasi firewall, VPN, dan patch management.
- Mengotomatiskan tugas-tugas repetitif menggunakan scripting (Python, Bash, atau PowerShell).
- Berkolaborasi dengan tim pengembang (Developer) dalam proses deployment aplikasi menggunakan pipeline CI/CD.
- Membuat dokumentasi teknis yang jelas dan mudah dipahami untuk seluruh infrastruktur.
Kualifikasi
- Pendidikan minimal S1 Jurusan Teknik Informatika, Ilmu Komputer, atau Sistem Informasi.
- Pengalaman minimal 3 tahun sebagai System Administrator atau DevOps Engineer.
- Menguasai sistem operasi Linux (Ubuntu/CentOS) dan Windows Server 2016/2019/2022.
- Memiliki pemahaman kuat tentang jaringan komputer (TCP/IP, VLAN, Routing, DNS, DHCP).
- Berpengalaman dengan layanan cloud (AWS/GCP/Azure) dan virtualisasi (VMware/KVM).
- Menguasai bahasa scripting (Bash, Python, atau PowerShell).
- Memiliki pengalaman dengan containerization (Docker, Kubernetes) dan CI/CD (Jenkins, GitLab CI).
- Memiliki sertifikasi TI (seperti AWS Certified SysOps, RHCSA, atau CCNA) merupakan nilai tambah yang signifikan.