Deskripsi Pekerjaan
Kami adalah perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia yang sedang berkembang pesat. Saat ini, kami membuka kesempatan emas bagi para profesional IT untuk bergabung sebagai System Administrator.
Sebagai System Administrator, Anda akan menjadi tulang punggung infrastruktur teknologi perusahaan, bertanggung jawab langsung atas kestabilan, keamanan, dan efisiensi sistem yang melayani jutaan pengguna. Anda akan bekerja dengan teknologi terkini seperti cloud computing (AWS/GCP), containerization (Docker/Kubernetes), dan automasi infrastruktur.
Kami menawarkan budaya kerja yang dinamis, lingkungan belajar yang suportif, serta kompensasi dan benefit yang kompetitif. Ini adalah langkah tepat untuk mengakselerasi karir Anda di dunia IT infrastruktur.
Tanggung Jawab
- Merancang, mengimplementasikan, dan memelihara infrastruktur server (Linux/Windows) dan jaringan.
- Melakukan monitoring sistem secara proaktif untuk memastikan ketersediaan dan performa optimal (uptime 99.9%).
- Mengelola layanan cloud (AWS, Google Cloud, atau Azure), termasuk provisioning dan optimasi biaya.
- Melakukan backup data secara terjadwal serta memastikan proses disaster recovery berjalan efektif.
- Mengidentifikasi dan merespon insiden keamanan sistem, serta menerapkan patch keamanan secara berkala.
- Berkolaborasi dengan tim pengembang untuk mendukung proses deployment dan CI/CD pipeline.
- Mendokumentasikan konfigurasi sistem, prosedur operasional standar (SOP), dan arsitektur jaringan.
- Memberikan rekomendasi peningkatan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.
Kualifikasi
- Pendidikan minimal S1 Teknik Informatika, Sistem Informasi, atau jurusan terkait.
- Pengalaman minimal 3-5 tahun sebagai System Administrator atau peran serupa.
- Penguasaan mendalam terhadap sistem operasi Linux (Ubuntu/CentOS) dan Windows Server.
- Memahami konsep jaringan (TCP/IP, DNS, DHCP, VLAN, Firewall, VPN).
- Pengalaman dengan platform cloud seperti AWS (EC2, S3, VPC) atau GCP.
- Memiliki pengetahuan tentang containerization (Docker/Kubernetes) dan virtualisasi (VMware/Proxmox).
- Kemampuan scripting dengan Bash, Python, atau PowerShell untuk otomatisasi tugas.
- Memiliki sertifikasi teknis (seperti RHCSA, CCNA, AWS SysOps) merupakan nilai tambah yang signifikan.