Deskripsi Pekerjaan
Bergabunglah dengan PT. Aman Siber Indonesia sebagai Analis Keamanan Siber (Cybersecurity Analyst) dan jadilah garda terdepan dalam ekosistem keamanan digital perusahaan. Kami mencari talenta kelas atas yang siap menangani, menganalisis, dan merespons ancaman siber tercanggih di Indonesia secara real-time.
Di PT. Aman Siber Indonesia, Anda tidak hanya bekerja, Anda berdampak. Dengan infrastruktur keamanan enterprise mutakhir, Anda akan didukung penuh untuk mengembangkan keahlian teknis dan strategis Anda. Jika Anda seorang problem solver dengan hasrat tinggi terhadap keamanan siber, ini adalah tempat yang tepat untuk memajukan karir profesional Anda.
Tanggung Jawab
- Memantau dan menganalisis alert keamanan dari berbagai sumber (SIEM, IDS/IPS, EDR) secara real-time.
- Melakukan investigasi mendalam terhadap insiden keamanan siber untuk menentukan akar permasalahan dan dampaknya.
- Mengelola dan merespons insiden keamanan sesuai dengan SOP (Incident Response Plan) yang berlaku.
- Melakukan analisis forensik digital dan malware analysis terhadap sistem yang terkompromi.
- Menyusun laporan keamanan periodik dan memberikan rekomendasi perbaikan kepada tim terkait.
- Berkolaborasi dengan tim IT dalam melakukan penetration testing dan vulnerability assessment.
- Mengupdate dan mengkreasikan aturan deteksi (use case / detection rules) pada platform SIEM.
- Menyusun dan mengupdate dokumentasi teknis terkait prosedur keamanan siber.
Kualifikasi
- Pendidikan minimal S1 di bidang Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, atau bidang relevan.
- Pengalaman minimal 3-5 tahun sebagai Security Analyst, SOC Analyst, atau peran serupa di bidang keamanan siber.
- Memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep jaringan (TCP/IP, OSI Layer), sistem operasi (Windows, Linux), dan protokol keamanan.
- Menguasai penggunaan tools keamanan seperti SIEM (Splunk, QRadar, ELK), IDS/IPS (Snort, Suricata), dan EDR (CrowdStrike, SentinelOne).
- Memiliki kemampuan analitis yang sangat baik dan ketelitian tinggi dalam mengidentifikasi anomali.
- Memiliki sertifikasi keamanan siber yang diakui (misal: CompTIA Security+, CEH, CISSP, GCIA, GCIH) merupakan nilai tambah yang signifikan.
- Menguasai bahasa Inggris teknis (membaca dan menulis dokumentasi teknis).
- Mampu bekerja dalam tim dan memiliki komunikasi yang baik.